Mempelajari Layanan Saluran Distribusi Part 2

Apakah selama ini kalian senang membeli barang secara langsung dari Produsen atau membeli barang dari pabriknya langsung ? ya kebanyakan si dari setiap produsen ya. Nah hal ini sendiri sudah terjadi karena adanya sebuah proses atau saluran distribusi yang diterapkan perusahaan produksi agar nantinya barang bisa sampai ke tangan pembeli atau ke tangan konsumen. Nah layanan saluran distribusi ini menjadi sebuah bagian yang diterapkan perusahaan produksi agar barang bisa sampai pada tangan Sbobet pembeli atau ke tangan konsumen. Selain daripada itu, layanan distribusi ini juga dinilai penting dalam kegiatan bisnis, terutama sekali dalam perdagangan retail.

Kalau ini tidak penting, bisa dibayangkan jika produk yang dihasilkan oleh pabrik atau produsen tidak didistribusikan kepada para pelanggannya. Tentulah semua barang akan sia-sia menumpuk begitu banyak di gudang dan pada akhirnya bisa berpotensi kadaluarsa. Tanpa memiliki campur tangan distributor, barang dari produsen mungkin saja tidak akan pernah sampai ke tangan kalian nantinya. 

Jika ditelusuri, menurut KBBI sendiri Distribusi ini memiliki arti atas Penyaluran – Pembagian hingga Pengiriman kepada beberapa orang atau tempat. Jika kalian sudah berkecimpung langsung dalam dunia bisnis, pastinya tahu akan istilah ini. Namun istilah dari saluran distribusi mungkin masih sangat asing sekali di telinga kebanyakan orang awam. Saluran Distribusi ini bisa saja terjadi sesingkat interaksi langsung antara pelanggan dan juga perusahaan atau memang bisa mencakup dasar dari beberapa perantara seperti halnya : Grosir, pengecer, distributor dan lainnya. 

Faktor yang Terlibat dalam Layanan Saluran Distribusi 

Nah di dalam saluran distribusi, sudah terdapat keragaman faktor yang nantinya mampu menjadi pendorong atau bahkan bisa melemahkan kegiatan pendistribusian. Nah apa saja sebenarnya nilai faktor-faktor yang ada di dalam saluran distribusi yang ada ? simak ulasan faktornya di bawah ini : 

|> terkadang, para perusahaan kecil dan juga produsen dengan skala kecil hanya akan memiliki sumber keuangan yang terbatas untuk bisa dialihkan sebagai sebuah dana Distribusi. Sehingga mereka tidak akan mampu untuk mengembangkan proses penjualan secara langsung. 

|> Banyak sudah distributor yang merasa bahwa melakukan penjualan dengan skala besar akan jauh lebih efektif. Hal ini terjadi karena mereka mampu untuk menyesuaikan skala Operasi kepada para pengecer dan keahlian khususnya. 

|> Seorang pengecer akan mampu dalam menawarkan berbagai jenis barang yang sering kali jauh lebih memilih jalur  akan kulakukan atau dengan membeli stok barang dari pedagang grosir, dibandingkan dengan membeli langsung dari masing-masing pabrik. Jika memang harus membeli langsung pada pabriknya, tentu saja sangat repot dan tidak efisien waktu karena harus mampu melewati serangkaian proses dan hirarki perusahaan yang cukup rumit. 

|> Pengusaha maupun pabrik dengan modal yang cukup, akan jauh lebih senang mengelola dana sebagai kegiatan ekspansi, dibandingkan dengan melakukan kegiatan promosi langsung pada pihak konsumennya. 

Jenis-Jenis Atas Saluran Distribusi 

Rupanya tak hanya ada satu saluran saja lho yang bisa diketahui dalam hal ini, melainkan ada 5 jenis yang bisa diketahui  masuk ke dalam jenis-jenis dari saluran distribusi itu sendiri. Layaknya : 

1) Distributor dari Produsen mulai ke Konsumen 

Jenis distribusi dari produsen ke konsumen ini masuk ke dalam jenis saluran distribusi yang paling pendek dan sangat sederhana sekali karena tanpa memiliki perantara di dalamnya. Seringkali, produsen akan mampu menjual barang maupun jasanya kepada pihak konsumen dengan mendatangi langsung ke rumah konsumen tersebut. Dan hal inilah mengapa jenis dari saluran tersebut sudah menjadi alur atas distribusi langsung. 

2) Distribusi dari Produsen ke Pengecer mulai ke Konsumen 

Pada jenis yang satu ini, produsen hanya memiliki peran sebagai pihak yang akan mampu dalam melayani penjualan besar dan mampu untuk melakukan distribusi ke para pedagang pengecer sehingga mereka tidak akan melayani penjualan pada konsumen akhir. 

3) Distribusi dari produsen ke Pedagang Besar mulai ke Pengecer dan Konsumen 

Nah sistem ini akan sangat mirip sekali dengan jenis dari saluran distribusi yang sudah dibahas sebelumnya, namun untuk saat ini para produsen hanya akan melayani penjualan dengan skala besar kepada pedagang besar saja dan tidak menjualkan produk maupun jasanya pada para pengecer seperti halnya jenis Distribusi di poin kedua. 

4) Distribusi dari produsen ke Agen ke Pengecer baru ke Konsumen 

Jenis saluran selanjutnya ini, menjadi jenis dari produsen yang akan memilih dalam menjualkan produknya kepada agen sebagai sebuah penyalur. Kegiatan perdagangan besar dalam proses penjualan bagi produsen juga hanya akan dilakukan kepada para agen saja dimana kemudian, agen akan mampu melakukan penjualan kepada pengecer terbesar. 

5) Produsen ke Agen ke Pedagang Besar ke Pengecer dan berhenti di Konsumen 

Mengenai jenis yang satu ini sangat amat layak sebagai sebuah kombinasi dari jenis saluran distribusi sebelumnya. Produsen juga akan menggunakan agen sebagai sebuah perantara untuk dapat menyalurkan produk serta jasa kepada para agen saja dimakan kemudian, agen ini akan melakukan penjualan kepada pengecer besar nantinya. Selanjutnya, barang akan mulai dijualkan kepada para pengecer, sehingga konsumen mampu menikmati produk dari pengecer maupun dari toko kecil yang ada.

Strategi dalam Menggunakan Layanan Saluran Distribusi 

Untuk bisa mendapatkan keuntungan secara maksimal, perlu sekali memakai sebuah strategi distribusi yang sangat tepat. Strategi ini sangat amat berperan penting dalam sebuah proses untuk menyalurkan barang dan jasa dari perusahaan ke tangan konsumen. Untuk itulah, mari kita mempelajari beberapa strategi distribusi yang bisa kalian terapkan dalam bisnis kalian sehingga akan mampu menuai laba yang sangat maksimal sekali. 

  1. Strategi dalam Distribusi Intensif 

Jadi untuk strategi distribusi ini sudah masuk sebagai bentuk strategi yang nantinya bisa menempatkan produk dengan retailer, pengecer, sampai dengan Distributor dari berbagai tempat. Nah teknik ini sangat amat cocok bagi kalian untuk menerapkan produk maupun barang sehari-hari, terutama sekali pada produk dengan permintaan konsumsi yang cukup tinggi sekali. Strategi ini biasanya akan diterapkan dalam pemasaran sembako, pemasaran sabun, pemasaran sikat gigi, pasta gigi, deterjen dan masih banyak lagi pemasaran lainnya.

  1. Strategi dalam Distribusi Selektif 

Dimana untuk strategi selektif ini akan masuk ke dalam metode distribusi yang dilakukannya dengan cara menyalurkan produk maupun jasa pada daerah pemasaran pilihan, disertai oleh proses pemilihan beberapa pengecer maupun distributor dalam berebut konsumen dan produk didistribusikan. 

  1. Strategi dalam Distribusi Eksklusif 

Mengenai strategi distribusi eksklusif ini akan bisa diterapkan dengan langsung memberikan hak distribusi produk kepada beberapa pengecer atau ke distributor pada area tertentu saja. Produk dengan strategi ini biasanya menjadi barang dengan kualitas terbaik, memiliki harga yang tinggi, serta dengan market konsumen yang terbatas. Contoh strategi ini meliputi dari Supermarket, minimarket, Showroom Mobil, Factory outlet, Hypermart dan lain sebagainya.