Mengenal Keuangan Digital Pada Saat ini yang Sedang Naik Daun

Kalian tau ga sih apa itu Fintech? Atau bahkan kalian sebenarnya tidak tau apa itu Fintech? Kalau kalian belum tahu yuk kita bahas untuk mengetahui apa sih Fintech itu dan apa sih kegunaan dari Fintech itu.

Jadi Fintech tiu adalah singkatan dari mpo slot sebuah kepanjangan yang arti nya Financial Technology yang bisa juga dikatakan gabungan dari sistem keuangan yang ada dengan teknologi sehingga dalam hal ini menjadikan sebuah inovasi yang sangat memudahkan untuk sistem keuangan. Dan Fintech adalah sebuah gabungan hasil dari jasa keuangan dengan sebuah teknologi yang pada akhirnya mengubah sebuah model bisnis dari sebuah konvensional menjadi sebuah moderat. Pada hal itu yang awalnya jika ingin melakukan pembayaran yang awalnya itu harus bertatap muka dan juga harus membawa uang cash sekarang setelah adanya fintech ini orang yang ingin melakukan transaksi bisa saja dari jarak jauh dan juga bisa saja yang ingin melakukan pembayaran hanya dalam hitungan detik saja.

Pada saat  fintech ini muncul mulai dari abad ke-21, pada awalnya istilah tersebut awalnya sudah diterapkan pada teknologi yang sudah digunakan pada sistem back-end pada lembaga keuangan yang sudah mapan. Sejak saat itulah telah terjadi pergeseran pada layanan yang sudah lebih berorientasi pada konsumen yang ada. Karena hal inilah kenapa fintech saat ini sudah mencakup berbagai sektor dan juga industrinya itu seperti pendidikan, ada juga perbankan ritel, pada penggalan dana dan juga pada nirlaba, serta ada juga manajemen investasi.

Fintech ini juga mencakup pada perkembangan dan juga penggunaan mata uang yang ada di kripto misalnya itu adalah bitcoin. Pada segmen fintech ini menjadi sebuah concern utama yang paling banyak, pada hal ini masih terletak kepada sebuah industri perbankan yang sudah global tradisional dan juga memiliki kapitalisasi pasar multi-triliun dolar yang ada.

Sejak revolasi pada internet dan juga internet pada seluler yang berevolusi pada smartphone, pada hal ini turut menjadikan teknologi keuangan menjadi tumbuh secara eksplosif. Pada hal ini fintech yang awalnya mengacu pada teknologi komputer atau bisa juga dikatakan dengan back office bank yang telah merubah menjadi sebuah bagian yang intervensi teknologi mulainya itu dari sebuah keuangan yang sudah kormensial hingga menjadi pribadi.

Fintech sekarang sudah menjadi kemudahan bagi para aktivitas pada keuangan, misalnya itu pada mentransfer uang dan juga sudah bisa menyetorkan sebuah cek dengan smartphone, kalian tentu saja tidak perlu lagi ke bank lagi untuk kalian mengajukan pinjaman kredit, mengumpulkan uang untuk sebuah memulainya sebuah bisnis atau juga kalain bisa mengelola investasi tanpa memintai bantuan orang lain.

Menurut sebuah indeks adopsi fintech pada tahun 2017 dari sebuah EY, sepertiganya para konsumen memanfaat kan setidaknya itu lebih dari dua layanan fintech untuk bagaian dari sebuah kehidupan sehari-harinya kalian. Maka lebih lanjutnya lagi itu yang berdasarkan bank yang ada di Indonesia, ada fintech yang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

Manajemen Resiko Investasi

Fintech pada jenis ini itu dapat memantau kondisi dari keuangan dan juga kalian dapat melakukan sebuah perencanaan pada keuangan dengan lebih mudah dan juga menjadi lebih praktis lagi. Jenisnya itu adalah manajemen risiko investasi biasanya akan hadir dan juga bisa saja diakses melalui smartphone kalian. Para pengunanya itu hanya perlu memberikan sebuah data yang bisa saja dibutuhkan untuk bisa mengontrol sebuah keuangan yang ada.

Payment, Clearing, dan juga Settlement

Startup finansial ini yang sering kali menyediakan sebuah payment gateway atau kjuga dikatakan e-wallet masih dimasukan dalam kategori sebagai payment, clearing, dan juga settlement.

Marketplace 

Pada hal ini pasti fintech yang satu ini itu adalah kegemaran banyaknya orang, termasuk kalian semua yang membaca ini. Marketplace merupakan sebuah platform digital yang sudah mewadahi penjualan untuk menawarkan para jualannya, dalam hal ini sudah memudahkan akses yang dimiliki layanan belanja sehingga para konsumen dapat dengan mudah mengakses melalui jaringan internet yang kalian gunakan dari mana saja. Contoh dari sebuah fintech yang saat ini sudah meluas di Inndonesia adalah Lazada, Shopee, Bukalapal, Tokopedia dan lain sebagainya.

Market Aggregator

Pada jenis fintech ini sering sekali muncul pada sebuah portal yang mengumpulkan beragam informasi yang dimilikinya yang terikat pada sebuah keuangan untuk disuguhkan kepara target atau kepara pengguna. Pada biasanya itu fintech pada jenis ini market aggregator berisikan tentang berbagai informasi yang dimilikinya. Tips keuangan, ada juga kartu kreditnya, dan juga ada beberapa investasi yang tujuannya itu agar para penggunaan nya dapat menyerap banyak-banyak informasi sebelum mengabil sebuah keputusan yang ada.

Kalian disini sudah mengetahui kan beberapa jenisnya, lantas kalian tau tidak sih manfaat dari fintech itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari? Benarkah itu memudahkan kita? Berikut ini adalah sebuah penjelasan nya:

Fintech Dapat Meningkatkan Tarif pada Hidup kalian

Dengan adanya kehadiran fintech ini tidak hanya memberikan kalian sebuah keuntungan tetapi juga keuntungan untuk perusahaan itu sendiri, tetapi juga bisa saja meningkatkan tarif hidup kalian serta daya beli nya pada masyarakat juga akan semakin meluas. Pada kehadiran fintech ini bahkan kalian memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengataskan kemiskinan yang ada, bahkan hingga 600 juta jiwa lebih bisa diatasi.

Fintech dapat mengurangi jumlah pinjaman yang Bunganya Tinggi

Dengan adanya pinjaman yang bunganya lumayan cukup besar mungkin saja sangat menyesakan bagi para masyarakat yang ingin melakukan pinjaman. Tetapi, dengan ada nya sebuah fintech ini akan dapat menjawab dari keluhan para masyarakat mengenai bunga pada pinjaman yang terlalu tinggi. Pada hal ini fintech menghadirkan sebuah pinjaman tanpa bunga terlalu tinggi dan dapat dinikmati oleh kalangan masyarakat.

Membantu UMKM untuk Mendapatkan Modal Usaha dengan Bunga yang Rendah

Pada hal ini sebelum adanya fintech para UMKM yang ada di Indonesia mengandalkan sebuah pinjaman dari sebuah bank untuk kalian mendapatkan sebuah modal usaha. Dari sebuah pinjaman bank tersebut biasanya akan memiliki bunga yang lumayan tinggi dan juga memiliki persyaratan dan juga prosedur yang cukup sulit untuk dilakukan. Namun sekarang setalah adanya fintech para pelaku UMKM dapat mengajukan sebuah dana yang ada pada di lembaga crowdfunding. Dapat kalian pastikan lembaga tersebut sudah terdaftar atau belum atau sudahkah lembaga itu terdaftar dan juga diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan ya, kalau tidak bisa saja itu adalah sebuah penipuan.

Pada intinya itu, fintech yang digunakan untuk membantu para perusahaan yang ada atau para pemilik bisnis dan para konsumen juga mengelola oprasi, dan sebuah proses, dalam kehidupan ini kekeuangan dengan yang lebih baik pastikan lagi. Terutamanya itu dengan cara memanfaatkan dari perangkat lunak dan juga dari algoritma khusus yang sering kali digunakan di komputer dan juga smartphone.